Biaya pasang CCTV sering muncul dalam dua bentuk yang sulit dibandingkan: ada yang mengutip harga per titik tanpa perangkat, ada yang mengutip harga paket lengkap dengan kamera, DVR, dan HDD. Selisih angkanya bisa lebih dari sepuluh kali lipat, padahal keduanya benar.
Artikel ini memecah biaya per titik, per paket, dan per komponen, lalu menunjukkan tiga contoh perhitungan agar Anda bisa membandingkan penawaran dengan dasar yang sama.
Biaya jasa pasang per titik
| Jenis | Kisaran biaya per titik | Sudah termasuk |
|---|---|---|
| Kamera analog | Rp 250.000 – 500.000 | Tenaga, konektor, kabel standar |
| Kamera IP | Rp 350.000 – 700.000 | Tenaga, konfigurasi jaringan, kabel standar |
| Kabel tambahan | Rp 15.000 – 30.000 per meter | Kabel dan pemasangan jalur |
| Ketinggian di atas 4 meter | Tambahan Rp 100.000 – 300.000 | Alat bantu dan waktu tambahan |
Harga per titik biasanya dihitung untuk panjang kabel standar, umumnya sampai 15 meter. Lebih dari itu, biaya kabel dihitung per meter.
Yang perlu dipahami: harga per titik tidak termasuk kamera. Ini adalah biaya jasa untuk memasang dan menarik kabel, yang dipakai bila Anda sudah punya perangkat sendiri atau membelinya terpisah.
Biaya paket lengkap
| Paket | Kisaran biaya | Isi paket |
|---|---|---|
| 2 kamera analog | Rp 2.500.000 – 4.000.000 | 2 kamera, DVR 4 channel, HDD 500 GB, kabel, adaptor, jasa |
| 4 kamera analog | Rp 3.500.000 – 6.500.000 | 4 kamera, DVR 4 channel, HDD 1 TB, kabel, adaptor, jasa |
| 8 kamera analog | Rp 6.500.000 – 12.000.000 | 8 kamera, DVR 8 channel, HDD 1–2 TB, kabel, adaptor, jasa |
| 4 kamera IP | Rp 6.000.000 – 12.000.000 | 4 kamera IP, NVR, HDD, kabel jaringan, jasa |
| Tambah 1 kamera ke sistem yang ada | Rp 700.000 – 1.500.000 | Kamera, kabel, adaptor, jasa |
Paket lebih murah daripada membeli komponen satu per satu karena penyedia membeli perangkat dalam jumlah dan menghitung jasa pemasangan sebagai satu pekerjaan.
Selisih antara paket analog dan IP cukup besar. Untuk kebutuhan rumah dengan anggaran terbatas, analog masih pilihan yang paling masuk akal.
Biaya kabel dan aksesori
| Komponen | Kisaran biaya | Catatan |
|---|---|---|
| Kabel coaxial per meter | Rp 5.000 – 12.000 | Untuk sistem analog |
| Kabel UTP per meter | Rp 6.000 – 15.000 | Untuk sistem IP |
| Konektor BNC per titik | Rp 5.000 – 15.000 | Dua buah per titik |
| Adaptor per kamera | Rp 40.000 – 120.000 | Kualitas menentukan umur |
| Power supply terpusat | Rp 150.000 – 400.000 | Untuk banyak kamera sekaligus |
| Conduit atau pipa pelindung | Rp 8.000 – 20.000 per meter | Untuk jalur luar ruangan |
| HDD 1 TB | Rp 550.000 – 850.000 | Kapasitas menentukan lama rekaman |
| HDD 2 TB | Rp 800.000 – 1.300.000 | Untuk 8 kamera atau lebih |
Aksesori sering menjadi sumber selisih antara dua penawaran yang terlihat sama. Penawaran murah biasanya memakai adaptor dan HDD kelas bawah, yang baru terasa dampaknya setelah setahun pemakaian.
Biaya tambahan yang sering muncul
| Pos biaya | Kisaran | Kapan dikenakan |
|---|---|---|
| Pemasangan di ketinggian | Rp 100.000 – 300.000 per titik | Di atas 4 meter atau butuh scaffolding |
| Pembongkaran plafon atau dinding | Rp 100.000 – 400.000 | Bila jalur kabel tertutup |
| Jalur kabel luar ruangan | Rp 8.000 – 20.000 per meter | Butuh conduit dan penyegelan |
| Setting monitoring ke HP | Rp 100.000 – 300.000 | Bila tidak termasuk paket |
| Pekerjaan di luar jam kerja | Rp 150.000 – 400.000 | Pemasangan malam atau hari libur |
| Relokasi kamera | Rp 500.000 – 2.000.000 | Saat renovasi atau pindah lokasi |
Tiga contoh perhitungan
Contoh 1: rumah tinggal, 4 kamera analog.
Paket 4 kamera Rp 3.500.000 sampai Rp 6.500.000 sudah mencakup perangkat dan jasa. Bila ada dua titik yang dipasang di ketinggian dan jalur kabel perlu conduit tambahan, tambahkan Rp 400.000 sampai Rp 800.000. Total sekitar Rp 3.900.000 sampai Rp 7.300.000.
Contoh 2: ruko dua lantai, 8 kamera.
Paket 8 kamera Rp 6.500.000 sampai Rp 12.000.000. Ruko umumnya memerlukan kabel lebih panjang dan jalur antar lantai, sehingga tambahan kabel dan aksesori sekitar Rp 1.000.000 sampai Rp 2.000.000. Total sekitar Rp 7.500.000 sampai Rp 14.000.000.
Contoh 3: kantor, 16 kamera IP.
Jasa pemasangan 16 titik Rp 5.600.000 sampai Rp 11.200.000. Perangkat: 16 kamera IP Rp 9.600.000 sampai Rp 24.000.000, NVR 16 channel Rp 2.000.000 sampai Rp 4.000.000, dan penyimpanan Rp 2.000.000 sampai Rp 4.000.000. Kabel jaringan dan aksesori Rp 1.500.000 sampai Rp 3.000.000. Total sekitar Rp 20.700.000 sampai Rp 46.200.000.
Angka ini menjelaskan kenapa biaya “per titik” dan “per paket” tidak bisa dibandingkan langsung: pada paket, perangkat masuk hitungan; pada jasa per titik, tidak.
Kenapa harga per titik berbeda antar penawaran
Jenis kamera. Kamera IP memerlukan konfigurasi jaringan dan kabel UTP, sehingga jasanya lebih tinggi.
Panjang kabel. Titik yang jauh dari perekam membutuhkan kabel lebih panjang dan waktu lebih lama.
Akses dan ketinggian. Pemasangan di plafon tinggi, di luar ruangan, atau di area sempit menambah waktu kerja.
Kondisi bangunan. Bangunan lama dengan dinding beton atau plafon permanen lebih sulit ditembus.
Jumlah titik. Pemasangan 8 titik sekaligus lebih murah per titik daripada 8 titik yang dipesan terpisah-pisah.
Termasuk pengaturan atau tidak. Sebagian penawaran memasukkan setting monitoring ke HP, sebagian menghitungnya terpisah.
Pos biaya yang sering tidak disebut
- HDD pada paket murah kadang berkapasitas kecil, dan menggantinya setelah pemasangan lebih mahal.
- Adaptor kelas bawah sering menjadi penyebab pertama kerusakan kamera.
- Setting remote ke ponsel kadang tidak termasuk meski disebut “siap online”.
- Kabel tambahan baru dihitung setelah teknisi melihat lokasi.
- Pekerjaan di luar jam kerja dikenakan tarif berbeda.
- Garansi pemasangan kadang hanya berlaku bila tidak ada perubahan pada instalasi.
Per titik atau paket
Pilih jasa per titik bila Anda sudah punya perangkat, ingin memakai merek tertentu, atau hanya menambah satu sampai dua kamera ke sistem yang sudah ada.
Pilih paket bila sistemnya baru dan Anda tidak ingin mengurus pembelian komponen. Paket juga lebih mudah diklaim bila ada masalah, karena satu penyedia menanggung perangkat dan pemasangan sekaligus.
Untuk sistem baru, paket hampir selalu lebih hemat kecuali Anda bisa membeli perangkat dengan harga distributor.
Istilah yang sering dipakai
| Istilah | Yang dimaksud |
|---|---|
| biaya pasang cctv | total biaya pemasangan sistem |
| harga pasang cctv | tarif yang dikutip penyedia |
| harga pasang cctv per titik | tarif jasa untuk satu titik kamera |
| biaya pasang cctv per titik | sama, memakai kata “biaya” |
| biaya pasang cctv pertitik | sama, dengan penulisan tanpa spasi |
| jasa pasang cctv per titik | jasa pemasangan tanpa perangkat |
| harga jasa pasang cctv per titik | sama, dengan kata “harga” |
| ongkos pasang cctv | istilah sehari-hari untuk biaya jasa |
| biaya pemasangan cctv rumah | biaya untuk kebutuhan rumah tinggal |
| harga instalasi cctv | tarif pemasangan sistem |
| harga cctv per titik | bisa berarti harga perangkat atau jasa |
| biaya pemasangan kamera cctv | sama, dengan kata “kamera” |
Pola penawaran yang perlu diwaspadai
- Harga paket sangat murah, tetapi HDD dan adaptor diganti dengan kelas bawah tanpa disebut.
- Jasa per titik murah, tetapi kabel dihitung per meter dengan tarif tinggi.
- Setting monitoring ke HP baru disebut sebagai biaya tambahan di akhir.
- Tidak ada garansi tertulis untuk pemasangan.
- Jumlah titik dikurangi diam-diam, misalnya “4 kamera” padahal hanya 3 titik yang dipasang dan satu kamera disimpan.
Cara menekan biaya pasang CCTV
- Rencanakan semua titik sekaligus, karena menambah kamera kemudian lebih mahal per titik.
- Pilih analog bila kebutuhan dasar, dan pertimbangkan IP hanya bila akan dikembangkan.
- Pastikan kapasitas HDD memadai, agar tidak perlu mengganti dalam setahun.
- Bandingkan harga per titik setelah dikonversi dari paket, bukan angka totalnya saja.
- Minta jadwal pemasangan di hari kerja untuk menghindari tarif di luar jam kerja.
- Tanyakan garansi pemasangan dan apa cakupannya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa biaya pasang CCTV per titik? Rp 250.000 sampai Rp 500.000 untuk kamera analog dan Rp 350.000 sampai Rp 700.000 untuk kamera IP. Harga ini jasa pemasangan saja, belum termasuk kamera dan perangkat perekam.
Berapa biaya paket CCTV 4 kamera? Rp 3.500.000 sampai Rp 6.500.000 untuk sistem analog, sudah termasuk kamera, DVR, HDD, kabel, adaptor, dan jasa. Untuk kamera IP, Rp 6.000.000 sampai Rp 12.000.000.
Berapa biaya pasang CCTV untuk rumah? Untuk rumah tinggal dengan 4 kamera, biaya total berada di kisaran Rp 3.500.000 sampai Rp 6.500.000 untuk sistem analog. Rumah dua lantai atau dengan halaman luas bisa memerlukan 6 sampai 8 kamera.
Apakah harga sudah termasuk kabel? Pada paket, kabel standar umumnya termasuk sampai batas panjang tertentu. Pada jasa per titik, kabel standar biasanya termasuk sampai sekitar 15 meter, dan kelebihannya dihitung per meter.
Apakah setting ke HP termasuk? Belum tentu. Sebagian penyedia memasukkannya, sebagian menagih Rp 100.000 sampai Rp 300.000. Pastikan ini disebut dalam penawaran.
Berapa biaya kalau hanya menambah satu kamera? Rp 700.000 sampai Rp 1.500.000, termasuk kamera, kabel, adaptor, dan jasa. Pastikan DVR masih memiliki channel kosong dan adaptor masih cukup kuat.
Berapa lama rekaman dengan HDD 1 TB? Untuk 4 kamera resolusi standar, sekitar dua sampai tiga minggu. Untuk 8 kamera atau resolusi lebih tinggi, durasinya turun menjadi sekitar satu minggu.
Untuk melihat cakupan pekerjaan, tipe kamera, dan hal yang perlu dipastikan sebelum memasang, buka halaman jasa pasang CCTV terdekat. Bila sistem sudah terpasang tetapi bermasalah, lihat halaman service CCTV terdekat.